Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2022

Sang Mentari

Aku terpaku..  Mengagumi sang Mentari Sinar hangatnya..  Membuat ku selalu merasa hangat di bawahnya Terang cahayanya..  Menyorot setiap jalan langkahku Aku berpikir,  Jika saja aku sang Mentari Pasti aku akan selalu tersenyum Pada setiap makhluk  Meski, ia memaki ku Suatu saat nanti  Mungkin saja mimpiku itu akan menjadi nyata Aku pun berpikir sebuah kalimat,  "Aku ingin menjadi sang Mentari yang disenangi banyak orang," Lalu ku tambahkan lagi " Aku ingin menjadi sang Mentari yang di senang banyak orang dan selalu dianggap ada," Itulah impian ku Apakah harus aku ulangi kalimat itu lagi agar kamu mengerti?  By : Minmin Oshima

Terlalu Cepat

Canda tawa kita bersama  Senyuman indah diantara kita  Kita yang selalu bersama Namun, ternyata waktu berkata lain Semua kenangan yang pernah kita alami Semua senyuman yang selalu kau beri Semua tinggal kenangan Mengapa kau pergi begitu cepat?  Haruskah kau meninggalkan ku sendirian di sini?  Tuhan..  Bila itu kehendak-Mu Aku ikhlas menerimanya  Tapi, izinkan aku Untuk bertemu dengannya Memeluk erat tubuhnya Walaupun hanya sekali 

Kenangan Itu

Kenangan itu...  Kembali terkenang dengan jelas Terekam ulang di otakku Mengingatkan ku pada masa itu Masa dimana hanya ada aku dan dia Kenangan itu... Membuatku tak dapat membendungnya Setetes bening embun dari pelupuk mataku mulai mengaliri pipi Membuatku terisak pilu Kenangan pilu itu... Membuat ku rindu padanya Yang takkan pernah kembali lagi  Walaupun aku terus memanggilnya Dan menyebut namanya Jika Tuhan mengizinkanku Aku ingin dia kembali lagi  Untuk menerangi setiap hari-hariku Dan menjadi cahaya dalam hidupku

Lupa Lupa Ingat!

 "Sssttt, nanti lagi bercandanya,’’ berkali-kali pak ustadz dan beberapa orang tua menegur. Hani dan teman-temannya masih saja mengulangi keseruannya bercanda. Padahal, mereka akan melaksanakan sholat berjamaah. Karena tidak berhenti bercanda, akhirnya Hani dan teman-temannya disuruh pulang. Mereka keluar dari musala sambil menggerutu. Hani pulang ke rumahnya tanpa sholat terlebih dahulu. ‘’Lho, kok sudah pulang? Sudah selesai sholat?’’ tanya ibu Hani. ‘’Disuruh pulang Bu’’ jawab Hani singkat. ‘’Kenapa?’’ ibu yang sedang menyetrika segera menghampiri Hani. ‘’Bercanda waktu mau sholat Bu,’’ sahut Hani pelan. ‘’Astaghfirullah… Memang mengganggu kalau begitu. Bercandanya kan bisa setelah sholat,’’ kata ibu. ‘’Dela seru banget sih ceritanya,’’ Hani membela diri.   ‘’Tapi kan ceritanya bisa dilanjutkan setelah sholat,’’ kata ibu. ...